Selasa, 27 Mei 2014

MAKALAH BAGAIMANA MEMBANGUN TAMAN SEKOLAH



Kata pengantar


Puji syukur penulis kepada ALLah swt. Karena atas izinnya penulis dapat menyelesaikan salah satu tugas makalah ekonomi ini dengan sebaik mungkin sebisanya untuk menciptakan sebuah karya tulis ilmiah dalam bentuk makalah yang berbobot serta patut kita bahas terutama dalam menciptakan dunia pendidikan yang selaras dengan Alam.
Didalam makalah ini tersusun bagaimana cara membuat taman sederhana untuk memperindah sekolah sekaligus untuk menciptakan sekolah yang nyaman, selaras dengan alam serta dapat dijadikan objek pembelajaran siswa nantinya, maka dari itu, semoga makalah ini dapat membantu pmbaca sekalian walaupun masih belum dikatakan lengkap karena saya masih dalam proses pembelajaran dalam menyusun makalah serta referensinya.


                                                                                                                   Garut, 2 februari 2014


                                                                                                                                Penulis













DAFTAR ISI


Kata pengantar…………………………………………………………………………...i

Daftar isi……………………………………………………………………………………ii

BAB I        PENDAHULUAN

a.    Latar belakang………………………………………………………........1
b.    Rumusan masalah……………………………………………………….1
c.    Maksud dan tujuan……………………………………………………….1

BAB II       ISI……………………………………………………………………………….2

BAB III      PENUTUP

a.    Kesimpulan………………………………………………………………..13
b.    Kritik dan saran …………………………………………………………..13

Daftar pustaka …………………………………………………………………………….14



BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Dalam rangka menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, maka salah satu upaya sekolah yaitu dengan membuat taman sederhana di depan kelas. Upaya ini merupakan tahap awal dari upaya sekolah dalam program peningkatan mutu siswa, melalui penciptaan lingkungan belajar yang menarik.
Taman merupakan penampakan kelembutan bangunan fisik sekolah, karena itulah taman sekolah haruslah menjadi bagian dari penggunanya, yaitu siswa, guru dan pegawai. Taman sekolah haruslah direncanakan sesuai dengan kondisi tapak dan penggunanya sehingga tercipta suatu ruang kehidupan yang bermanfaat dan harmonis.
Taman sekolah yang baik, hendaknya unsur-unsur atau komponen taman tertata dengan mempertimbangkan fungsional dan nilai estetis (keindahan) agar dapat mendukung kelestarian lingkungan, bermanfaat dalam pembelajaran, dan memberi rasa nyaman bagi penggunanya.
Merencanakan taman sekolah yang praktis dan efisien dengan beberapa tahapan, yaitu persiapan, pengumpulan data, analisis, sintesis, dan perencanaan.
B. RUMUSAN MASALAH
Didallam makalah ini tersusun tentang rumusan masalah bagaimana membuat taman sekolah yang indah serta dapat digunakan sebagai media pembelajaran berikut pemeliharaannya.
C. MAKSUD DAN TUJUAN
            Dengan dibuatnya makalah ini semoga pembaca dapat mengetahui lebih jauh tentang pembuatan taman sekolah serta manfaatnya yang cukup besar bagi proses pembelajaran dalam pendidikan.



BAB II
ISI/PEMBAHASAN

Akhir-akhir ini hampir semua sekolah-sekolah di Indonesia berlomba-lomba mempercantik sekolahnya. Salah satunya adalah membuat taman sekolah. Hal ini juga berkaitan dengan digalakannya Sekolah Berbudaya lingkungan di hampir semua daerah di Indonesia. Sangat beralasan memang saat sekolah "menghijaukan" dirinya, selain mempercantik sekolah juga dapat membuat suasana belajar nyaman dan dapat menjadi sarana pembelajaran lingkungan hidup
  1. Konsep Taman dan Kebun Sekolah
Taman Sekolah, adalah taman artifisial yang ditanam aneka tanaman hias dan pelindung untuk meng-indahkan dan menghijaukan lahan di pekarangan sekolah. Sedangkan Konsep kebun bukanlah hanya sebuah kebun  taman bunga kecil di pekarangan sekolah , tetap suatu kebun dengan berbagai pasilitas lengkap yang dibangun dan dikelola oleh sekolah untuk keperluan Meningkatkan kenyamanan belajar siswa serta sebagai media pembelajaran dari berbagai mata pelajaran,selain sebagai taman yang memberikesan kesegaran dan keasrian  lingkungan sekolah serta dapat menambah gairah kerja bagi warganya. Adanya kebun ini dapat pula mendorong kreativitas murid dan guru pembimbingnya.
  1. Taman dan Kebun Sekolah Sebagai Sarana Pembelajaran Kontekstual
              Taman sekolah dan kebun sekolah menjadi amat penting diwujudkan agar kasus diatas tidak terjadi. Taman dan Kebun sekolah merupakan media pembelajaran kontekstual yang serba guna untuk menumbuh kembangkan sikap dan prilaku anak agar merka lebih kreatif, inovatif dan kompetitif, mencintai ling kungan sekitar serta mendekatkan diri kepa Sang Pencipta
              Dalam penggunaan media pembelajaran ini, sebenarnya bukan hanya untuk meningkatkan pembelajaran biologi dan PLH Saja, baik dalam pendidikan georafi yakni dengan sub tema menyelaraskan pendidikan dengan keadaan alam yang asri.Kemudian dalam pendidikan agama kita di ajarkan untuk mencintai lingkungan sekitar.
              Dalam seni budaya kita diajarkan untuk kreatif inovatif dengan menjadikan taman sekolah sebagai media pmbelajaran keindahan sekolah (art design) serta berbagai pelajaran lainnya. Tapi mungkin dalam pembelajaran biologi dan PLH Sangat berkaitan erat dan mungkin hampir semua bahasannya selalu berkaitan dengan keadaan alam, untuk itu karena Pemahaman siswa tentang biologi dan PLH  sebagai ilmu, diasumsikan sebagai ilmu hafalan dan tidak ada manfaatnya dalam kehidupan keseharian. Anggapan yang timbul karena mereka melihat biologi dan PLH sebagai ilmu yang banyak mempergunakan bahasa latin sebagai bahasa ilmiah. Juga akibat pengalaman belajar yang bersifat verbalistis dan tidak pernah diajak belajar di luar kelas. Pengalaman belajar di sekolah sebelumnya lebih bersifat tekstual dan lebih menekankan pada penyelesaiaan soal-soal daripada pembelajaran secara praktis.
              Model pembelajaran yang memisahkan konsep dengan realitas kehidupan sehari-hari, semakin menjauhkan pemahaman hubungan ilmu biologi dan PLH  dengan alam sekitar dan kehidupan siswa. Suatu kondisi yang kemudian menimbulkan persepsi yang keliru , dan melepaskan relevansi ilmu biologi dengan realitas kehidupan siswa. Suatu pembelajaran verbalistik yang kurang memanfaatkan potensi lingkungan sekitar sebagai sumber belajar yang paling dekat dengan diri anak. Suatu realitas yang tidak dapat diingkari bahwa banyak siswa SMP yang tidak mengenal aneka jenis tanaman hias yang ada di halaman sekolah.
Persoalan di atas merupakan persoalan klise yang selalu muncul, karena orientasi pembelajaran yang dilakukan guru sering terpaksa tidak  mendekatkan siswa dengan lingkungan secara langsung. Suatu pola pembelajaran yang didominasi guru tanpa mempertimbangkan latar belakang, pengalaman, dan lingkungan sekitar siswa. Sehingga siswa hanya berfungsi sebagai obyek, tanpa mampu mengembangkan diri, dan lingkungan sebagai sumber belajar tidak Termanfaatkan secara optimal .
              Guru sering terpaksa melakukan pembelajaran tekstual sebagai akibat minimnya sarana pembelajaran kontekstual yang menghubungkan antara konsep dengan realitas kehidupan sehari-hari. Pola pembelajaran tersebut jika berlangsung lama dapat mernjadi pembelajaran yang membentuk persepsi yang salah tentang relevansi biologi dan PLH dengan kehidupan sehari-hari.  Perspsi ini  membekukan potensi guru dan siswa. Yang pada akhirnya  Biologi dan PLH tidak lagi menarik di pelajari .
Tujuan diciptakannya taman sekolah.
              Pesatnya perkemebangan sains dan teknologi telah banyak memerikan perubahan terhadap berbagai sektor kehidupan manusia. Suatu perubahan yang memberikan berbagai kemudahan bagi manusia, sehingga semuanya bisa dilakukan dengan cepat dan efisien. Perubahan kehiduapn yang menggiring manusia pada perilaku instan dan serba mekanis.
              Perubahan yang kemudian semakin menjauhkan manusia dari lingkungannya, alam semakin teralineasi dari kehidupan manusia. Sehingga berbagai dampak perubahan alam belakangan ini menimpa kehidupan manusia. Suatu peringatan yang meminta manusia untuk introspeksi diri mengenai hubungan dirinya dengan alam.Maka, dalam kondisi demikian itu, ilmu biologi dan Pendikan lingkungan Hidup memiliki peranan untuk mengaktualisasikan relevansi antara manusia dengan lingkungannya.
              De Porter (2000:5) menjelaskan bahwa interaksi dari berbagai macam momen di lingkungan sekitar mencakup unsur-unsur belajar efektif yang mempengaruhi kesuksesan siswa. Dalam upaya pencapaian tujuan pendidikan nasional, berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab.Untuk mencapai ke arah tujuan pendidikan nasional tersebut, secara mikro setiap proses pembelajaran tidak hanya mengembangkan kemampuan aspek kognitif, tetapi juga mengembangkan kecakapan aspek afektif dan psikomotorik. Selanjutnya akan mengembangkan kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual secara berimbang.
              Proses pembelajaran biologi sebagai kegiatan mikro dalam kerangka mencapai tujuan nasional, harus bertumpu kepada upaya-upaya untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap Lingkungan, tanah air  dan iklim belajar serta diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri , sikap dan perilaku inovatif dan kreatif. Pada gilirannya pendidikan akan mampu mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan bertanggungjawab Pada akhirnya tujuan dibangunnya  taman dan kebun sekolah ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
a.   Membangun   pembelajaran  kontekstual  untuk Membentuk pemahaman  relevansi       Pendidikan Biologi dan Pendidikan Lingkungan Hidup dengan alam sekitar dan kehidupan sehari-hari
b.   Membekali siswa  dengan ketrampilan melalui  pengalaman nyata,  sehingga kelak   mampu menerapkan bekal ketrampilan  tersebut dalam kehidupan   sehari- hari.
c.   Memberikan alternatif    pembelajaran bagi mata pelajaran lain dengan    memanfaatkan  lingkungan  sekolah, sehingga tercipta suasana yang rileks dan menyenangkan.
d.   pemanfaatan taman dan kebun sekolah merupakan pendekatan    sosialisasi anak   didik       terhadap obyek dan persoalan biologi di lingkungan anak didik. Pada  gilirannya mereka       mampu menyatu dengan      lingkungannya, menyatu dengan     ekosistemnya. Sosialisasi   sejak dini       dengan memanfaatkan lingkungan lokal    dengan alam dan budaya    setempat        kepada anak didik akan menuju           terwujudnya manusia            Indonesia yang cinta tanah air, berkepribadian dan   berkesadaran   nasional. Sekaligus dapat menumbuhkan pemahaman mengenai       relevansi antara ilmu biologi dengan lingkungan alam, dan kehidupan     sehari-hari.
  1. Manfaat Taman dan Kebun Sekolah
Keberadaan taman dan kebun sekolah ini diharapkan dapat memberikan manfaat:
a.   Manfat dalam pengajaran Biologi dan Pendidikan Lingkungan Hidup
1. Taman dan kebun sekolah dapat menjadi laboratorium hidup di sekolah. Dengan memanfaatkan taman dan kebun guru bisa mempraktikan metode pembelajaran   kontekstual dan aneka metode pembelajaran  yang menyenangkan, dengan    memperlakukan siswa sebagai subyek,   yang mampu mengembangkan diri sesuai dengan bakat dan kemampuannya.  Sehingga siswa memperoleh pengalaman     nyata   yang dapat dijadikan bekal untuk memecahkan permasalahan  pada   kehidupan      sehari-hari.
2. Suatu kebun sekolah dapat digunakan untuk menyediakan bahan-bahan  tanaman  untuk demonstrasi dan praktikum dalam pelajaran biologi atau     lingkungan  hidup. Murid-murid dapat mempelajarinya dalam praktek    tentang proses  pertumbuhan, morfologi dan keanekaragaman hayati   dari koleksi tumbuhan  yang ada.
3.   Dengan adanya Taman dan kebun sekolah guru dapat mengembangkan       kecakapan     dalam menyusun perencanaan program pembelajaran sesuai  dengan situasi dan kondisi lingkungan serta latar belakang      pengalaman   siswa. Mendekatkan anak dengan lingkungan sekitar, sehingga dapat menumbuhkan      rasa cinta terhadap lingkungan dan pada gilirannya dapat menumbuhkan kesadaran akan kebesaran dan Maha Sempurnanya Allah sebagai Tuhan  Yang Maha Pencipta.
4.   Biologi  khususnya pembelajaran ekosistem dan lingkungan hidup akan         sangat  menarik jika di ajarkan diluar kelas Pembelajaran Ekosistem ; proses pembelajaran yang menjelaskan     konsep   kesatuan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Komponen biotik dan  abiotik yang saling    mempengaruhi.

b.   Manfaat untuk kesegaran dan keasrian lingkungan hidup
Suatu lingkungan hidup manusia yang baik, nyaman dan selaras adalah kondisi lingkungan  yang dapat memberi revitalitas  atau semangat hiduplagi sesudah orang mengalami suasana sedemikian sehingga  vitalitasnya turun. Energi terkuras yang diakhiri kejenuhan  diri. Dalam lingkungan sekolah, guru dan murid menggunakan sebagian besar waktu dalam proses belajar- mengajar  yang mungkin menimbulkan kelelahan  dan kejenuhan. Sehingga memerlukan istirahat disuatu tempat yang menenangkan, menimbulkan kenyamanan dan ketentraman hati
c.   Manfaat untuk merangsang Kreatifitas Murid dan Guru
Dengan adanya sarana kebun sekolah akan memberi peluang cukup bagi gurupembimbing dan murid-muridnya dalam mengembangkan daya kreativitasnya. Misalnya dengan berkelompok murid –murid menciptakan sayuran organic dengan menggunakan pot. Selain itu guru dan siswa dapat mempraktikan berbagai hal mulai dari cara bercocok tanam yang baik,  pembibitan dan perkembangbiakan tanaman sampai pengolahan sampah yang tak berharga menjadi barang yang bernilai ekonomi tinggi . oleh karenanya kebun sekolah juga harus dilengkapi berbagai perlengkapan dan pasilitas untuk menunjang segala pekerjaan tersebut

d.   Melatih murid menyenangi pekerjaan dan pembentukan disiplin
              Sudah sewajarnya murid-murid belajar mencintai pekerjaan, sehingga menjadi etos–kerja yangmembudaya . Pekerjaan di kebun sekolah adalah membangun dan memelihara serta memanfaatkan . Hal ini membutuhkan rasa tanggung jawab  terhadap kehidupan tumbuhan  yang dipelihara  serta lingkungannya. Pemeliharaan kebun dapt memnumbuhkan etos kerja  yang baik, karena terikatnya murid pada kebunnya yang menjadi tanggung jawabnya dalam suatu semangat yang kompetitif. Selain itu juga  dapat meningkatkan semangat kerja-kelompok yang sangat diperlukan  dalalam kehidupan bermasyarakat atau tempatnya bekerja dikemudian hari.
  1. Perencanaan Kebun Sekolah
Sekolah sebagai tempat aktivitas pembelajaran bagi anak-anak hendaknya memiliki bangunan fisik dan halaman yang memadai sehingga dapat menciptakan suasana nyaman dalam belajar dan bekerja bagi siswa, guru dan pegawai di lingkungan sekolah bersangkutan. Halaman sekolah yang tertata dengan baik akan dapat memberikan ketenangan dan kenyamanan dalam melakukan aktivitas.Taman merupakan penampakan kelembutan bangunan fisik sekolah, karena itulah taman sekolah haruslah menjadi bagian dari penggunanya, yaitu siswa, guru dan pegawai. Taman sekolah haruslah direncanakan sesuai dengan kondisi tapak dan penggunanya sehingga tercipta suatu ruang kehidupan yang bermanfaat dan harmonis.
Taman sekolah yang baik, hendaknya unsur-unsur atau komponen taman tertata dengan mempertimbangkan fungsional dan nilai estetis (keindahan) agar dapat mendukung kelestarian lingkungan, bermanfaat dalam pembelajaran, dan memberi rasa nyaman bagi penggunanya. Merencanakan taman sekolah yang praktis dan efisien dengan lima tahapan, yaitu persiapan, pengumpulan data, analisis, sintesis, dan perencanaan. Tahapan-tahapan ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kegagalan.
a.   Persiapan
Persiapan merupakan tahap awal dalam proses prencanaan. Hal-hal yang dipersiapkan antara lain : bahan dan alat, data tempat yang direncanakan, dan keinginan utama dari pengguna. Kegiatan pokok dalam tahapan ini yang mesti dilakukan yaitu jadwal kegiatan, rencana biaya, dan produk perencanaan yang akan dihasilkan.
b.   Pengumpulan data
Data yang diperlukan meliputi aspek-aspek (sosial, fisik lahan, teknik pelaksanaan, dan sumber dana yang tersedia) dan faktor-faktor (ruang, waktu, dan tenaga). Aspek sosial berhubungan dengan fungsi ruang, karakter pengguna ruang, dan jenis aktivitas yang dilakukan. Aspek fisik menyangkut tentang bentuk, sirkulasi ruang, flora-fauna, iklim, suara/bunyi-bunyian, dan lain-lain. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan merekam keadaan lahan, memotret, membuat sketsa bentuk lahan, mewawancarai orang-orang di sekitar lingkungan lahan, dan lain-lain.
c.   Analisis
Data yang sudah terkumpul dianalisa terhadap berbagai aspek dan faktor yang turut berperan dalam penciptaan keasrian dan kelestarian rencana tapak/lahan sehingga dapat diketahui masalah, kendala, potensi, serta kerawanan dari tapak/lahan tersebut. Berbagai kendala yang menjadi hambatan dicarikan alternatif penanggulangan yang terbaik. Potensi yang ada dimanfaatkan dan dikembangkan, sedangkan bagian tapak yang rawan jangan digganggu supaya tidak menjadi rusak atau terpelihara keamanannya. Hasil analisis akan dijadikan berbagai kemungkinan untuk dapat merencanakan taman yang fungsional dan estetits sehingga memberikan ketenangan dan kenyaman bagi penggunanya.
d.   Sintesis
Hasil analis dijadikan sebagai bahan acuan untuk dikembangkan sebagai input untuk mendapatkan recana tapak sesuai dengan program yang diinginkan. Hasil dari tahap sintesis berupa alternatif-alternatif rencana penggunaan ruang dengan berbagai kekuatan dan kelemahannya.
e.   Perencanaan
Menentukan pilihan terhadap alternatif yang akan menjadi rencana lanskap/tapak (taman sekolah). Alternatif pilihan dapat berupa satu alternatif atau kombinasi dari beberapa alternatif pra perenacanaan.
f.   Pembuatan
            Tahap ini adalah tahap finishing ktika program program persiapan analisis sintesis dan perencanaan telah selsai sehingga disini mulailah terbentuk hasil dari pemikiran tentang perbuatan taman siswa tersebut jadi, ini dilakukan oleh pekerja profesiioanal sehingga menghasilkan gambaran yang pas sesuai keinginan pembuat/sekolah itu sendiri.
g. Perawatan
            untuk proses perawatan sebaiknya Osis membuatkan jadwal perawatan bagi tiap-tiap kelas untuk merawat taman sehingga taman tetap indah karena setiap hari ada perawatan khusus dari pihak pihak sekolah.



BABIV
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Pembangunan Taman sekolah dan kebun sekolah sebagai sarana pembelajaran  berbagai mata pelajaran sebagai kegiatan mikro dalam kerangka mencapai tujuan nasional, merupakan upaya untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap Lingkungan, tanah air  dan iklim belajar serta diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri , sikap dan perilaku inovatif dan kreatif. Pada gilirannya pendidikan akan mampu mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan bertanggung  jawab.

B. KRITIK DAN SARAN
            Untuk meningkatkan serta memperbaiki kualitas karya ilmiah berupa makalah ini maka saya sangat membutuhkan kritik dan saran anda sehingga tercipta karya ilmiah yang lebih baik lagi dimasa yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA

Makalah ini tersusun dari berbagai sumber antara lain :


dan sumber sumber lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak !