Senin, 09 Juni 2014

Makalah Model Model Belajar da Rumpun Model Mengajar Serta Prosedur Pembelajaran



KATA PENGANTAR




            Puji syukur  marilah kita panjatkan kepada Tuhan YME karena atas izinnya kami dapat menyelesaikan salah satu tuhas Mata Kuliah  Strategi Pembelajaran di SD yakni Makalah Modul 3  tentang Model Model Belajar dan Model Rumpun Mengajar serta Modul 4 tentang Prosedur Pembelajaran.
            Dalam penataan makalah ini, disajikan berbagai permasalahan-permasalahan real dan langsung masuk kepada inti pokok yakni tentang Pembelajaran di sekolah terutama untuk Sekolah Dasar sehingga isinya tidak berbelit belit serta mudah dipahami bagi pembaca sekalian.
            Namun, kami yakin dalam pembuatan Makalah ini masih jauh dari tahap sempurna artinya masih banyak hal hal yang perlu diperbaiki untuk itu, kritik dan saran dari anda kami tunggu untuk sebuah karya tulis yang lebih baik lagi.
            Terimakasih.....



                                                                                        Garut, April 2015


                                                                                        Penulis
           



DAFTAR ISI




Kata pengantar……………………………..........................................…………………………………………...i

Daftar isi………………………………………....………...........................................………..……………………ii

BAB I        PENDAHULUAN

A.      Latar belakang     ………………………..................................…………………..……........1
B.      Rumusan masalah ……………………...................................…………………..………….1
C.      Maksud dan tujuan ……………………...................................…………………..………….1

BAB II       PEMBAHASAN

1.      Model Model Belajar dan rumpun Model Mengajar.....……....………………….2
2.      Prosedur Pembelajaran...................................................................................................5

BAB III      PENUTUP

A.      Kesimpulan……………......................................………………...………………….………..9
B.      Kritik dan saran ………………………………........................................……………..9

Daftar pustaka ………………………………………………....…………...........................................………….10



BAB I
PENDAHULUAN



A.      Latar Belakang

             Dilema dalam Pendidikan terutama dalam Pendidikan Indonesia dibanding dengan Perndidikan di negara lain memang jauh berbeda. Dilihat dari sejarah berkali kali Indonesia bergonta ganti kurikulum dengan tujuan agar Pendidikan Indonesia Berkembang Lebih Pesat Namun terkadang Kualitas Guru atau Tenaga pendidikan tidak di prioritaskan padahal jika dipikir oleh orang awam pun salahsatu penentu kemajuan pendidikan yang paling utama adalah kualitas guru, bagaimana guru dituntut untuk menjadikan putra putri penerus bangsa yang berkualitas dan mempunyai daya saing dengan putra putri dari negara lain.
             Salahsatu usaha penentu berhasilnya sebuah pendidikan adalah ketika hasil pembelajaran dapat direalisasikan terhadap kehidupan nyata. Bukan hanya teori saja.
Untuk itu dalam menciptakan sebuah pembelajaran yang berhasil Guru harus menggunakan strategi dan model model pembelajaran yang inovatif sehingga tidak membuat siswa bosan.
             Jika Guru sudah menganut strategi dan model yang inovatif dalam pembelajaran, kami yakin hasilnya akan begitu baik dalam pendidikan tersebut. Untuk itu didalam makalah ini kami mencoba menjelaskan tentang model model belajar dan rumpun model mengajar serta proses pembelajaran yang semoga dapat membantu para pembaca sekalian untuk sama sama meningkatkan prestasi dan kemajuan negara tercinta kita yakni Indonesia.

B.      Rumusan Masalah

Dari Makalah ini dapat ditarik rumusan masalah antara lain?
1.      Apa itu model belajar dan macamnya?
2.      Apa itu rumpun model mengajar dan macamnya?
3.      Bagaimana prosedur pembelajaran yang baik?

C.      Manfaat

Dengan dibuatnya makalah ini semoga dapat membantu para pembaca sekalian terutama bagi pembaca yang berprofesi sebagai pendidik semoga dapat meningkatkan kualitas pembelajarannya sehingga dapat memajukan pendidikan negara tercinta yakni Indonesia.




BAB II
PEMBAHASAN


1.     Model Model Belajar dan Rumpun Model Mengajar
A.Model-Model Belajar
a.      Belajar Kolaboratif (collaborative learning)
      Belajar kolaboratoif adalah suatu cara belajar antara 2 orang atau lebih dan dengan tujuan yang sama dan adanya ketergantungan satu sama lain. Belajar Kolaboratif berbeda dengan Kerja Kelompok karena Kerja Kelompok lebih menekankan pada adanya pembagian kerja untuk menyelesaikan suatu tugas.
Manfaat belajar kolaboratif :
ü  Meningkatkan pengetahuan antar anggota kelompok
ü  Siswa belajar memecahkan masalah bersama.
ü  Memupuk rasa kebersamaan antar siswa
ü  Meningkatkan keberanian memunculkan ide/pendapat
ü  Memupuk rasa tanggung jawab individu.

b.     Belajar Kuantum (quantum learning)
      Belajar Kuantum merupakan suatu kegiatan belajar dengan suasana yang menyenangkan karena Guru mengubah (mengorkestrasi) segala sesuatu yang ada disekelilingnya sehingga pembelajar bergairah untuk belajar.
Prinsip utama pembelajaran kuantum adalah belajar dengan suasana santai menyenangkan namun tetap dengan aturan.
Manfaat belajar kuantum :
ü  Suasana kelas menyenangkan sehingga siswa bergairah belajar
ü  Siswa dapat memanfaatkan segala sesuatu yang ada disekelilingnya sebagai pendorong belajar.
ü  Siswa belajar sesuai dengan dengan gaya belajar masing masing.
ü  Apapun yang dilakukan sepatutnya dihargai.

c.      Belajar kooperatif (cooperative learning)
      Dalam belajar kooperatif pembelajar bekerja sama dalam hal saling membantu untuk menyelesaikan tugas masing masing. Berbeda dengan kolaboratif dilakukan untuk satu tujuan yang sama.
Manfaat belajar kooperatif  :
ü  Meningkatkan hasil belajar pembelajar
ü  Meningkatkan hubungan antar kelompok.
ü  Meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi belajar
ü  Menumbuhkan realisasi kebutuhan pembelajar untuk berpikir
ü  Memadukan dan menerapkan pengetahuan dan keterampilan.
ü  Relatif murah karena tidak memerlukan banyak biaya
                   Keterbatasan Belajar Kooperatif  antara lain :
ü  Memerlukan waktu dan latihan yang cukup untuk bekerja dalam tim.
ü  Memerlukan pemilihan sub sub materi ajar agar sesuai dengan misi belajar kooperatif.
ü  Memerlukan kemampuan khusus guru serta format penilain yang berbeda.

d.     Belajar Tematik
      Belajar Tematik pada hakikatnya merupakan suatu jenis pembelajaran yang memadukan beberapa bidang studi berdasarkan suatu tema payung (kerangka isi)  dengan demikian pembelajaran ini diharapkan memahami hubungan antar bidang studi (mata pelajaran terpadu)
      Contoh pembelajaran tematik sudah dilaksanakan dalam pembelajaran bahasa antara lain ada keterpaduan membaca menulis menyimak dan berbicara)
      Karakteristik Pembelajaran Tematik  lebih kepada kegiatan pembelajaran hand of experience atau pengalaman langsung, maksudnya pembelajaran menggunakan objek objek yang nyata bagi pembelajar dalam sebuah tema.
      Dalam Pembelajaran Tematik di SD Sangat diperlukan Karena pada dasarnya siswa SD kelas awal memahami suatu konsep secara utuh, global/tematis. Makin meningkat kecerdasannya dan makin terperinci secara spesifik pemahamannya terhadap suatu konsep tertentu.
Manfaat pembelajaran tematik ;
ü  Pembelajar dapat meningkatkan pemahaman karena pembelajaran ini menghubungkan konsep dan ide ide yang realistik
ü  Pembelajaran tematik tidak hanya memperhatikan bahan ajar da kompetensi namun juga memperhatikan logika, estetika etika dan kinestika. Sehingga dapat membentuk latar belakang pengetahuan baru dalam pembelajaran.
ü  Mampu mendorong pembelajar untuk memanfaatkan konteks dan literatur yang luas.

B. Rumpun Model Mengajar
a.      Rumpun Model Sosial
            Rumpun model sosial adalah suatu kegiatan pembelajaran dirancang untuk menilai keberhasilan dan tujuan akademik termasuk studi tentang nilai-nilai sosial, kebijakan publik, memecahkan konflik. Model mengajara sosial diciptakan untuk membentuk masyarakat belajar.
·         Partner dalam belajar
Partner disini dimaksudkan contohnya seperti dalam kegiatan belajar kooperatif.
·         Investigasi Kelompok
Investigasi kelompok dibentuk untuk mengatasi suatu masalah. Ini bisa dikatakan sebagai bentuk sederhana dari pembelajaran kooperatif .
·         Bermain Peran
Dalam bermain peran siswa pembelajar dibantu untk mengumpulkan dan mengorganisasikan informasi tentang isu isu sosial, mengembangkan empati terhadap orang lain dan berusaha untuk meningkatkan keterampilan sosial pembelajar.
·         Inkuiri yurisprudensi
Pembelajar mempelajari kasus kasus yang berhubungan dengan masalah sosial dalam suatu wilayah yang dikaitkan dengan kebijakan publik lalu mengidentifikasinya dan memilih pemecahan masalahnya tsb.
·         Kepribadian dan gaya belajar
Dalam model ini dikemukakan adanya gaya pembelajar dan guru yang komplek dan dapat berkembang jika individu dan lingkungan berhubungan erat.
·         Inkuiri sosial
Maksud model ini yakni mengajarkan informasi, konsep-konsep, cara berpikir, dan studi tentang nilai nilai sosial  dengan berbagai tugas yang menyatukan aspek kognitif dan sosial serta bertujuan untukmeningkatkan belajar dan mengajarkan kekooperatipan.

b.     Rumpun Model Pemprosesan Informasi.
o   Berpikir Induktif
Model ini yakni memaparkan cara belajar untuk mendapatkan dan mengorganisasikan informasi serta menciptakan dan menguji hipotesis yang mendeskripsikan hubungan diantara seraikaian data.
o   Pencapaian Konsep
Model ini memberikan cara efektif untuk menyajikan informasi yang terorganisasi beserta topik topik yang berskala luas kepada pembelajarm pada tiap awal perkembangan
o   Inkuiri ilmiah
Pembelajar dibawa ke proses ilmiah dan dibantu mengumpulkan dan menganalisis data, mengecek hipotesis dan teori serta pembentukan pengetahuan.
o   Latihan Inkuiri
Model ini sebagai rancangan supaya pembelajaran inkuiri dapat berhasil yakni dengan membuat hubungan sebab akibat
o   Mnemonic
Mnemonic adalah strategi untuk mengingat dan mengasimilasi informasi. Metode ini akan berhasi jika dilakukan dengan alat alat dan media penunjang.
o   Sinektik
Sinektik adalah model yang membantu untuk memecahkan masalah dan menulis kegiatan kegiatan serta menambahkan pandangan-pandangan baru pada bidang ilmu yang laus
o   Perorganisasi awal (advance organizer)
Model ini dirancang untuk memberikan struktur kognitif kepada pembelajar untuk memahami materi melalui kuliah, membaca, dsn media lain.
o   Penyesuaian dengan pembeelajar
Model ini dikembangkan dengan asumsi bahwa pem pembelajar yang belajar dengan strategi intelektual yang lebih konplek

c.      Rumpun Model Personal
Kedudukan siswa dalam model mengajar personal adalah  siswa betugas sebagai pemberi dan penerima informasi
·         Pengajaran nondirektif
Model ini dikembangkan dari teori konseling. Pengajaran nondirektif yakni pengajaran yang menekankan kerjasama antara pembelajar dengan guru. Misal guru membangun kerjasama dengan menyediakan bantuan yang dibutuhkan pembelajar untuk menuntaskan masalahnya.
·         Peningkatan Harga diri (karya Abraham Maslow)
Pembelajaran ini digunakan untuk membimbing siswa dalam hal rasa harga diri dan Kemampuan aktualisasi diri.

d.     Rumpun Model Sistem Pelaku
Model sistem Perilaku sering disebut teori belajar sosial, modifikasi perilaku, therafy perilaku, dan cybernetuc
o   Belajar Tuntas dan Pembelajaran Terprogram
Model pembelajaran terprogram dilaksanakan secara indivuai karena misalkan dalam pembagian surat ketuntasa n  belajar , antara pelajar yang satu dan yang lain berbeda.
o   Pembelajaran Langsung
Pembelajaran Langsung termasuk penambah keefektifan belajar antara lain guru menyampaikan langsung tujuan belajar, kemajuan kemajuna belajar atau timbal baliknya serta taktik taktik penilaian atau apaun yang disampaikan secara langsung.
o   Belajar melalui Simulasi : Latihan dan Latihan Mandiri
Simulasi bisa dengan cara menggabungkan informasi tentang keterampilan dengan demontrasi, praktek balikan dan latihansampai satu keterampilan dicapai

2. Prosedur Pembelajaran
A.     Kegiatan Pra dan Awal Pembelajaran
      Fungsi Kegiatan pra dan awal Pembelajaran adalah untuk menciptakan awalpembelajaran yang efektif sehingga siswa siap secara penuh dalam mengikuti kegiatan inti pembelajaran.
a.      Kegiatan Pra pembelajaran
Kegiatan ini sama sekali tidak berkaitan dengak pokok inti bahasan pelajaran, hal hal yang harus dilakukan misalnya :
a)     Menciptakan sikap dan suasana kelas yang menarik
Guru bisa memulai dengan memperlihatkan sikap semangatnya kepada siswanya
b)     Memeriksa Kehadiran Siswa
c)      Menciptakan kesiapan belajar Siswa
Misalnya guru membantu atau membimbing siswa dalam mempersiapkan fasilitas/sumber belajar siswa
d)     Menciptakan suasana yang demokratis.
Guru harus mencari cara bagaimana supaya si anak bisa berani menjawab, bertanya, berpendapat serta berani mengeluarkan ide idenya.

b.     Kegiatan Awal Pembelajaran
Apersepsi adalah upaya guru pada kegiatan awal pembelajaran untuk menghubungkan kemampuan yang dimiliki dengan materi pelajaran yang akan dipelajari. Dibawah ini contoh kegiatan awal pembelajaran :
a)     Menimbulkan motivasi dan perhatian siswa.
Bisa dilakukan dengan Alat peraga ataupun suatu cerita yang menimbulkan rasa semangat siswa.
b)     Memberi Acuan
Misal, memberitahukan tujuam yang diharapkan dalam pembelajaran atau bisa juga KKM  (kriteria Ketuntasan Minimal)
c)      Membuat Kaitan
Misalnya Meminta siswa mengemukakan pengalaman tentang sesuatu yang akan dibahas di pelajaran.
d)     Melaksanakan tes awal

                 Salahsatu hal yang perlu dilakuakmguru agar kegiatan pendahuluan pembelajaran efektif dan efisien adalah memahami semua latar belakang semua siswa.

B.     Kegiatan Inti Pembelajaran
      Kegiatan Inti pembelajaran sangat menentukan hasil belajar siswa, karena pada prinsipnya kegiatan inti pemelajaran adalah prosedur pokok belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran, Kegiatan inti pelajaran haruslah bervariasi agar memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar menggunakan gaya belajarnya masing masing.
a.      Pembahasan Materi dalam pembelajaran Klasikal
Pembelajaran klasikal lebih menekankan kepada pemberian informasi atau penjelasan materi (ekplorasi) sehingga dalam mengorganisasi materi pelajaran memudahkan guru karena serempak diberikan kepada semua siswa. .
Prinsip Prisnsip Pembelajaran Klasikal :
a)     Sistematis
Baha pelajaran disajikan secara berurutan serta berorientasi pada tujuan yg ditetapkan.
b)     Perhatian dan Aktivitas.
Guru harus Perhatian dan memberikan motivasi dalam seluruh kegitan belajar agar memunculkan rasa percaya diri anak dalam bertanya atau menjawab maupun memberi gagasan. Ini dilakukan bisa dengan cara menggunakan seni dalam mengajar (vokal suara gaya dan gerak)
c)      Media Pembelajaran
Dengan adanya media pembelajaran dapat mengurangi verbalisme, maka hal apapun bisa dijadikan media pembelajaran asalkan sesuai dengan materi ajar.
d)     Latihan atau  Penugasan
Fungsinya adalah untuk memperkuat terhadap materi pelajaran.

Kegiatan Inti dalam pembelajaran klasikal
1)     Menyajikan (presentasi) bahan pelajaran dengan ceramah bervariasi.
2)     Melakukan asosiasi dan memberikan ilustrasi untuk meningkatkan pemahan siswa terhadap bahan pelajaran ini bisa dilakukan dengan cara menghubungkan atau mengaitkan materi yang sedang dipelajari dengan situasi nyata.
Pada akhir kegiatan pembelajaran klasikal guru dapat meminta siswa :
1)     Mengaplikasi pelajaran yang telah dipelajari baik lisan atau tertulis dengan cara mengerjakan soal soal dan menjawab pertanyaan.
2)     Menyimpulkan bahan yang telah dipelajari. Tentunya ini memerlukan bimbingan guru.

b.     Pembahasan  Materi  Pelajaran dalam Pembelajaran  Kelompok (cooperative)
Prinsip prinsip pembelajaran kelompok antara lain :
a)     Adanya Topik dan permasalahan.
b)     Pembentukan Kelompok
c)      Kerja sama
d)     Perhatian
e)     Motivasi
f)       Sumber belajar dan fasilitas.
g)     Latihan dan tugas
                        Kegiatan inti dalam pembelajaran Kelompok antara lain :
1)     Merumuskan Masalah berdasarkan topik pembahasan dan tujuan pembelajaran
2)     Mengidentifikasi masalah atau sub sub masalah berdasarkan permasalahan yang telah dirumuskan
3)     Menganalisis masalah berdasarkan sub sub masalah.
4)     Menyusun Laporan oleh masing maing kelompok.
5)     Presentasi atau melaporkan hasil diskusi.

c.      Pembahasan Materi Pelajaran dalam pembelajaran Perseorangan.
Kegiatan pembelajaran perorangan dapat membantu proses pembelajaran yang mengarah pada optimalisasi kemampuan siswa secara individu.
1)     Menjelaskan secara singkat tentang materi pelajaran yang akan ditugaskan.
2)     Memberikan lembaran kerja atau tugas dengan penuh perhatian guru
3)     Memantau dan menilai kegiatan siswa dengan berkeliling.
4)     Guru memeriksa tugas atau latihan siswa dan harus memberikan umpan balik terhadap hasilnya.
5)     Guru Membuat Kesimpulan bersama siswa tentang materi ajar.

C.      Kegiatan Akhir dan Tindak Lanjut Pembelajaran
Kegiatan Akhir tidak dapat dipisahkan dengan Tindak lanjut pembelajaran karena hasil dari kegiatan akhir menentukan dasar bagi proses Tindak lanjut. Kegiatan akhir dan tindak lanjut pembelajaran dilakukan untuk meyakinkan guru terhadap penguasaan kompetensi oleh siswa dan upaya pemantapan penguasaan kompetensi yang diharapkan. Kegiatan ini harus dilaksanakan secara sistematis, efektif efisien dan fleksibel. Selain itu kegiatan ini harus merupakan rangkaian utuh dengan kegiatan awal/pendahuluan dan kegiatan inti pembelajaran
a.      Kegiatan Akhir Pembelajaran
1)     Meninjau kembali penguasaan siswa.
Contoh dari kegiatan ini adalah siswa diminta membuat rangkuman dari materi pelajaran natinya guru memeriksa rangkuman tsb.
2)     Melaksanakan Penilain
Contoh dari kegiatan ini guru memberikan tes akhir tentunya dengan teknik agar waktunya pas. Karena dalam melaksanakan tes akhir biasanya waktunya relatif singkat.

b.     Melaksanakan Kegiatan Tindak Lanjut Pembelajaran
Setelah guru menilai hasil akhir maka dapat dilihat bagaimana kemampuan siswa terhadap materi yang telah diberikan, jika belum memenuhi maka guru dapat melaksanakan hal hal berikut ini :
1)     Memberikan tugas atau latihan yang harus dikerjakan di rumah
2)     Membahas Kembali pelajaran yang belum dikuasai siswa
3)     Membaca materi pelajaran tertentu
4)     Memberikan motivasi atau bimbingan belajar
5)     Mengemukakan topik bahasan yang akan dikemukakan untuk yang akan datang.



BAB IV

PENUTUP




A.         KESIMPULAN

Dalam memajukan pendidikan negeri kita tercinta yakni Indonesia dibutuhkan banyak guru yang berkualitas, takala gurunya berkualitas maka akan menghasilkan murid yang berkualitas pula.
Guru yang berkualitas tentu telah memahami bagaimana strategi pembelajaran dilihat dari latar belakang model dan gaya belajar siswa  dan bagaimana rumpun mengajarnya. Setelah itu bagaimana ia melakukan prosedur mengajar  mulai dari kegiatan awal pembelajaran, kegiatan inti pembelajaran serta kegiatan akhir pembelajaran beserta tindak lanjutnya dilakukan dengan efektif efisien dan sistematis.

B.         KRITIK DAN SARAN
Kami sadar dalam pembuatan makalah ini memang jauh dari kata sempurna. Namun setidaknya semoga dapat membantu anda sekalian selaku pembaca. Dan untuk itu demi terciptanya karya tulis yang lebih baik lagi maka kami begitu mengharapkan kritik dan saran dari anda,



DAFTAR PUSTAKA



Sri Anitah DKK, 2014 Strategi pembelajaran di SD modul 3 dan 4. Tangerang selatan Universitas Terbuka.
www. Informasi-pendidikan.com/modelpembelajaran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak !