Minggu, 16 Februari 2020

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA INDIKATOR ASAM BASA MENGGUNAKAN BAHAN ALAM




LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA
INDIKATOR ASAM BASA MENGGUNAKAN BAHAN ALAM



Kata Pengantar

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan laporan hasil praktikum indikator asam basa menggunakan bahan alami untuk menentukan pH larutan tersebut.

Adapun laporan kimia tentang indikator asam basa menggunakan bahan alam yang telah kami usahakan semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar pembuatan laporan ini. Untuk itu kami tidak lupa menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan laporan ini.

Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa ada kekurangan baik dari segi penyusun bahasanya maupun segi lainnya. Oleh karena itu dengan lapang dada dan tangan terbuka kami membuka selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin memberi saran dan kritik kepada kami sehingga kami dapat memperbaiki laporan praktikum ini.














BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kita mengetahui bahwa dalam kegiatan pembelajaran Kimia, tentunya juga kita berkecimprung dalam teori dan penerapan asam dan basa. Dimana asam dan basa ini selalu berhubungan dengan kehidupan sehari –hari . asam  merupakan sesuatu zat yang penting dalam kehidupan kita. Banyak kejadian di sekitar kita, bahkan di dalam tubuh kita yang melibatkan zat asam, baik melepas maupun memerlukan. Proses pencernaan, dan memasak adalah contoh kejadian yang melibatkan asam dan basa.
Dalam praktikum yang telah kita lakukan, kita meneliti kandungan asam dan basa yang ada dalam bunga dan kunyit serta zat-zat kimia yang diperkirakan mengandung asam  dan basa menggunakan indikator kertas lakmus.
Zat Asam adalah suatu zat yang mempunyai indikator pH < 7 dan mempunyai rasa masam. Sedangkan zat Basa adalah suatu zat yang mempunyai indikator pH > 7 dan mempunyai rasa yang pahit.

B. Maksud dan Tujuan
   Maksud :
untuk mengetahui dan memahami zat asam dan basa yang terkandung di dalam indikator alam dan indikator buatan.
   Tujuan :
1. Memperkirakan pH larutan dengan indikator:
    - Fenolftalein (PP)
    - Metil Merah (MR)
    - Metil Jingga (MO)
    - Bromtimol Biru(BTB)
2. Menentukan pH larutan dengan indikator universal




BAB II
LANDASAN TEORI

Indikator asam-basa adalah zat-zat warna yang dapat memperlihatkan warna berbeda dalam larutan yang bersifat asam dan dalam larutan yang bersifat basa. Beberapa jenis bunga dengan warna menyolok dapat dijadikan sebagai indikator asam-basa.
Menurut Arrhenius, asam adalah zat yang melarut dan mengion dalam air. Menghasilkan proton H+ dan basa adalah zat yang melarut dan mengion dalam air menghasilkan ion hidroksida OH-. Menurut Bronsted dan Lowry, asam adalah zat yang menghasilkan dan mendonorkan proton (H+) pada zat lain dan basa adalah zat yang dapat menerima proton (H+). Dari zat lain. Lewis juga mengusulkan teori asam basa baru. Lewis yang juga mengusulkan teori oktet, memikirkan bahwa teori asam basa sebagai masalah dasar yang harus diselesaikan berlandaskan teori struktur atom, bukan berdasarkan hasil percobaan. Menurut Lewis, asam adalah zat yang dapat menerima pasangan elektron dan basa adalah zat yang dapat mendonorkan pasangan elektron. Sifat-sifat asam antara lain korosif, yaitu dapat merusak logam dan marmer, mempunyai rasa asam, dapat memerahkan kertas lakmus biru, dapat menetralkan larutan basa, dengan pH < 7. &edangkan sifat-sifat basa adalah bersifat kaustik yaitu dapat merusak kulit, memiliki rasa pahit dan licin, dapat membirukan kertas lakmus merah, dapat menetralkan larutan asam, dengan pH > 7. Asam, Basa dan +aram merupakan zat kimia yang memiliki sifat-sifat yang dapat membantu kita untuk membedakannya. karena pada umumnya asam berasa masam dan basa berasa agak pahit. Namun kita tidak boleh menguji sifat asam atau basa suatu larutan dengan hanya mencicipinya saja, karena banyak diantara zat-zat kimia diantaranya bersifat racun atau bersifat korosif.
Asam
 Asam adalah senyawa yang jika dilarutkan ke dalam air menghasilkan ion H+, Sifat-sifat asam diantaranya adalah
• Terasa masam
• Terionisasi menghasilkan ion H+
• Memiliki rentang pH 0-6,9
• lakmus biru
Basa
Basa adalah senyawa yang bila dilarutkan ke dalam air menghasilkan ion OH-. Sifat-sifat basa diantaranya adalah
 • Terasa pahit dan licin.
 • Terionisasi menghasilkan ion OH-
 • Memiliki rentang pH 7,1-14
 • Membirukan lakmus merah
BAB III
PROSEDUR KERJA
1. Alat dan Bahan
- Bunga sepatu
- Bugenville
- Bunga mawar
- Kunyit
- Bawang merah
- Deterjen
- Larutan cuka ( asam asetat)
- Cup 15 buah
- Penyaring
- Ulekan
2. Langkah Kerja
  1. Giling beberapa helai mahkota bunga berwarna merah dengan kira–kira 5 mL air murni dalam ulekan.
  2. Tempatkan kira-kira 1 mL air bungan ini masing-masing kedalam dua cup yang berbeda.
  3. Kedalam cup yang pertama tambahkan larutan cuka (asam asetat)
  4. Kedalam cup yang kedua tambahkan larutan basa (deterjen).
  5. Goyangkan cup, amati perubahan warnanya dan catat hasilnya.
  6. Lakukan cara yang sama dengan bahan-bahan lainnya





BAB IV
ANALISIS DATA
  Berikut data hasil pengamatan pada indikator asam basa dengan bahan alam
1. Bunga Mawar
   Bunga mawar memiliki warna Ungu, tetapi ketika ditambahkan asam asetat (larutan cuka) warnanya berubah menjadi Merah muda dan juga kalau ditambahkan deterjen (larutan basa) warnanya berubah jadi Hijau.










2. Bunga Sepatu
   Bunga sepatu berwarna Merah muda ketika ditambahkan asam asetat (larutan cuka) warnanya berubah menjadi warna Merah dan jika ditambahkan larutan basa (deterjen) warnanya berubah jadi Hijau









3. Bunga Kertas
   Bunga kertas asalnya berwarna Merah dan akan tetap berwarna Merah jika ditambahkan larutan cuka (asam asetat) dan dapat berwarna Ungu bila ditambahkan larutan basa (deterjen).



 






3. Kunyit
   Kunyit berwarna dasar Kuning dan bila ditambahkan larutan cuka (asam asetat) warnanya akan tetap Merah akan tetapi larutan kunyit dapat berubah menjadi warna Merah jika kedalam larutan tersebut ditambah larutan basa (deterjen).













5. Bawang Merah
   Bawang merah mempunyai warna dasar Merah muda, setelah ditambahkan larutan cuka (asam asetat) warnanya akan tetap warna Merah muda, berbeda jika ditambahkan larutan basa (derterjen) warnanya akan berubah menjadi Kuning.




































BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Sifat suatu larutan dapat ditunjukkan dengan menggunakan indikator asam-basa, yaitu zat-zat warna yang warnanya berbeda dalam larutan asam dan basa. Untuk mengidentifikasi sifat dari asam dan basa dapat menggunakan kertas lakmus, larutan indikator atau indikator alami.
 Alat yang dapat digunakan untuk mengindikasi apakah larutan bersifat asam, basa atau netral adalah larutan indikator fenolftalein, metil merah dan metil jingga.
Berbagai bahan tumbuhan yang berwarna, seperti daun mahkota bunga (kembang sepatu, bogenvil, mawar dan lain-lain) kunyit, kulit manggis dan kubis ungu juga dapat digunakan sebagai indikator asam basa. Ekstrak bahan-bahan ini dapat memberikan warna yang berbeda dalam larutan asam dan basa.
Asam adalah senyawa yang bila dilarutan dalam air mengalami disosiasi membentuk ion hidrogen dan merupakan donor proton serta sebagai penerima pasangan elektron. Sedangkan basa adalah senyawa yang bila dilarutan dalam air mengalami disosiasi membentuk ion hidroksida dan merupakan akseptor proton serta sebagai pemberi pasangan elektron.
B. Saran
  Dalam melakukan praktikum hendaknya teliti agar antara campuran asam dan basa tidak tertukar dan agar hasilnya akurat

Hasil Eksperimen




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak !